Budidaya Ayam Kampung Tepat dan Efektif

ayam kampung

Anda tertarik melakukan budidaya ayam kampung? Yuk simak ulasan tentang bagaimana cara budidaya ayam kampung dengan tepat dan efektif.

1.Pembuatan kandang ayam

Langkah pertama cara budidaya ayam kampung adalah persiapan atau pembuatan kandang ayam. Kandang merupakan hal yang penting sebagai tempat penangkaran hingga pertumbuhan ayam baik untuk indukan maupun anak ayam. Sebaiknya buatlah kandang ayam yang dekat dengan rumah Anda agar mudah dalam proses pengawasan.

Sementara itu dalam membuat kandang ayam, Anda membutuhkan beberapa bahan dan alat diantaranya adalah:

  • Kayu dan bambu
  • Paku dan palu
  • Gergaji

Buatlah kandang dengan luas sesuai dengan kebutuhan dan tinggi ideal adalah 3 meter agar ayam tidak keluar dan terbang semaunya. Anda bisa membuat kandang dari bahan kayu maupun bambu yang dianyam sedemikian rupa. Potongan kayu dan bambu yang sudah Anda sediakn bisa dibentuk semacam rumah atau gubuk sebagai kandang ayam.

Pastikan kandang ayam yang Anda buat benar-benar rapat dan tertutup, begitupun dengan dindingnya. Hal itu bertujuan agar ayam tidak berkeliaran di luar dan mengganggu aktifitas tetangga dekat. Selain itu juga untuk melindunginya dari bahaya hewan buas seperti anjing dan sebagainya.

Kemudian sekat kandang menjadi dua bagian yang berbeda yaitu untuk ayam indukan dan yang lainnya untuk anak ayam yang masih baru. Penyekat tersebut bisa Anda buat dari bahan bambu yang lebih hemat biaya. Jika kandang sudah jadi, ada baiknya untuk dibersihkan dan disemprot dengan peptisida untuk mengusir parasit, baru Anda bisa menempatkan ayam pada kandang tersebut.

2. Pemilihan induk ayam kampung

Tahap yang paling penting dalam budidaya ayam kampong adalah saat pemilihan indukan. Hal itu disebabkan sangat menentukan hasil telur dan anak ayam nantinya. Berikut adalah  beberapa tips untuk memilih indukan ayam kampung bagus dan berkualitas yang kami kutip dari Fahmipedia :

  • Pilih indukan betina yang mempunyai warna menarik dan bagus. Ukuran tubuhnya besar, sehingga tampak subur dan siap untuk dikawinkan. Perhatikan warna bulu, khususnya mengkilap, tidak cacat, aktif, dan sehat.
  • Indukan jantan yang baik biasanya mempunyai suara kokokan yang lantang dank eras, berbulu mengkilap, tidak cacat fisik dan sehat, serta bisa bergerak sangat aktif.

Jika kedua indukan sudah siap, Anda bisa langsung memasukkannya dalam kandang untuk proses reproduksi. Perbandingan antara pejantan dan betina tidaklah penting, sehingga Anda bisa bebas memasukkan indukan betina dan jantan dalam kandang sesuai kebutuhan dan bahkan dalam satu kandang bisa Anda isi dengan 1 jantan dan 10 betina.

Sebagai catatan, jumlah indukan sebaiknya harus disesuaikan dengan kapasitas kandang. Jadi, jangan sampai kandang yang sempit diisi dengan begitu banyak indukan. Hal itu dikhawatirkan mengganggu proses reproduksi ayam kampung. Selain itu juga menyebabkan ayam tidak bisa bergerak atau beraktifitas dengan bebas.

3. Pengawinan indukan ayam

Pengawinan indukan ayam kampung ini dilakukan secara alami oleh keduanya. Jadi, setelah mereka dimasukkan dalam kandang dan beradaptasi secara perlahan mereka akan melakukan perkawinan dengan sendirinya. Anda hanya perlu menunggunya hingga beberapa hari hingga minggu.

Sembari menunggu indukan siap kawin, Anda harus tetap memberikannya pakan dan minuman secara teratur. Berilah makanan yang bernutrisi tinggi bagi indukan ayam kampung agar perkembangannya cepat dan subur. Pakan tersebut bisa berupa pellet yang dicampur dengan jagung giling atau biji jagung biasa. Beri pakan sebanyak 3 kali dalam sehari.

Kedua indukan akan terlihat sudah siap bertelur jika mereka terlalu banyak berkokok dan tampak rewel. Jika sudah demikian, Anda harus memisahkannya ke kandang sebelah sebagai tempat khusus untuk indukan yang sedang bertelur. Selain itu, ayam indukan tersebut harus tetap diberi pakan dengan cukup agar hasil tekurnya maksimal.

Sebelum itu, Anda bisa membuat sangkar telur ayam untuk memudahkannya untuk bertelur serta untuk melindungi telurnya. Namun, jika memang ayam sudah bisa membuatnya secara alami hal itu tidak perlu. Ayam betina akan bertelur setidaknya lima butir dan bahkan bisa mencapai 14 butir untuk sekali bertelur. Saat betina bertelur harus tetap diawasi dengan baik.

4. Menetaskan telur

Penetasan telur ayam kampung bisa dilakukan dengan dua cara yaitu manual atau buatan dan alami. Penetasan telur dengan cara buatan membutuhkan waktu yang lebih singkat daripada cara alami sebagaimana yang dilakukan oleh induknya sendiri. Cara buatan hanya membutuhkan sekitar 14-20 hari dan cara alami membutuhkan waktu 23-25 hari.

Menetaskan telur secara manual merupakan salah satu cara budidaya ayam kampung yang bagus, khususnya untuk mempersingkat waktu tunggu. Ada beberapa langkah yang harus Anda lakukan jika memang menginginkan untuk menetaskan secara buatan, diantaranya adalah:

  • Persiapan pembuatan tempat telur yang meliputi beberapa bahan dan alat yaitu kayu, paku dan palu serta lampu neon atau neon.
  • Langkah pertama adalah buatlah kotak sesuai dengan kebutuhan sebagai tempat telur dari kayu yang sudah Anda rangkai sedemikian rupa.
  • Berilah cahaya dan penghangat dengan cara memasang lampu di dalamnya dan taruh beberapa telur dalam kotak serta tepat di bawah lampu. Kemudian tunggu hingga beberapa hari dan telur sudah bisa menetas.
  • Setelah memakan waktu 14-20 hari, maka telur akan mulai menetas namun biasanya tidak secara bersamaan semuanya atau berangsur. Setelah semua telur yang ada di dalam kotak menetas, sebaiknya segera bersihkan sisa-sisa pecahan telur yang masih ada dalam kotak, sebab itu akan menjadi tempat tinggal sementara untuk anak ayam.
  • Sebagai catatan bahwa dalam proses penetasan, telur ayam selalu membutuhkan tingkat suhu yang cukup tinggi atau hangat. Tidak jika telur yang siap untuk menetas selalu dierami berhari-hari oleh induknya dan sebagai gantinya Anda bisa memberinya penghangat ruangan, lampu, dan semacamnya.

5. Perawatan anak ayam

Anak ayam kampung yang masih kecil membutuhkan perawatan ekstra dan intens, sehingga Anda harus sering mengawasinya. Selain itu, pastinya juga harus diberi pakan secara rutin dan bernutrisi. Biasanya untuk anak ayam menggunakan pakan dan minuman khusus yaitu berasal dari jagung yang digilng halus.

Berilah pakan secara teratur begitu pula dengan minumnya harus diganti ketika dalam wadah minum sudah tampak kotor dan tidak layak atau maksimal sekali dalam dua hari. Pemberian pakan dilakukan 3 kali dalam sehari agar anak ayam kampung bisa tumbuh dengan baik dan sehat. Anda bisa mendapatkan pakan dan minuman khusus di toko peternakan dan lainnya.

Proses pemberian pakan khusus tersebut berlangsung selama dua bulan pasca penetasannya. Setelah itu, anak ayam baru bisa dipindahkan dari kotak telur ke kandang ayam yang sebenarnya. Sebaiknya, kandang juga harus dibersihkan secara rutin setidaknya 3 kali dalam sehari, khususnya memberihkan kotoran dan sisa-sisa makanan.

Pembersihan kandang ayam kampung tersebut mempunyai beberapa tujuan, diantaranya adalah menjaga agar ayam kampung tetap segar, sehat, dan bebas bergerak. Selain itu juga bisa mempermudah bagi Anda saat memberi pakan pada ayam.

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>