Categories:

Cara Memilih Sekuritas

Untuk bisa terhubung ke pasar saham di BEI (Bursa Efek Indonesia) Anda harus menggunakan sekuritas. 

Sekuritas merupakan penghubung antara investor ke pasar. Terdapat 109 sekuritas yang terdaftar di BEI, masing masing sekuritas memiliki keunggulan dan kekurangan. 

Secara umum sekuritas terbagi dua yaitu sekuritas yang menyasar pengguna individu dan sekuritas untuk institusi atau kelompok. Sekuritas untuk individu bisa disebut dengan istilah sekuritas retail. 

Memilih sekuritas bisa dibilang susah susah mudah karena tergantung dari masing masing style penggunanya, dirangkum dari situs finansial vinansio ada beberapa point yang perlu anda perhatikan saat memilih sekuritas, diantaranya.

1. Kredibilitas

Karena anda akan menggunakan sekuritas sebagai perantara transaksi saham anda ke pasar saham maka pilih sekuritas yang memiliki kredibilitas yang baik.

Sekuritas memiliki akses ke RDN (Rekening Dana Nasabah) untuk mengelola dana Anda, bisa mendebit atau kredit. 

Sebelum mendaftar pada sekuritas tertentu pastikan untuk mengecek track recordnya terlebih dahulu, untuk melihat track record bisa search sekuritas tersebut menggunakan google, apakah pernah tersangkut kasus hukum berat atau tidak.

2. Fee Jual dan Beli

Jangan lupa untuk bandingkan besaran fee beli dan jual, meski terlihat kecil dibawah 1% tetapi jika transaksi anda besar dengan akumulasi transaksi yang sering terlebih jika anda sering melakukan trading dalam waktu sehari fee yang jual dan beli yang dibawah 1% akan jadi besar. 

Beberapa sekuritas ada yang menawarkan fee beli dibawah 0.20% dan fee jual dibawah 0.30%.

3. Minimum Deposit

Dahulu sekuritas mematok deposit yang cukup besar bahkan ada yang mematok minimal ratusan juta untuk bisa menggunakan sekuritasnya.

Tetapi sekarang beberapa sekuritas mulai menyasar masyarakat menengah bawah dimana tidak ada minimum deposit untuk mendaftar. 

Sesuaikan anggaran anda dan pilihlah sekuritas terbaik dengan minimum deposit yang cocok untuk Anda.

4. Software trading

Tiap sekuritas memberikan software untuk menghubungkan anda ke pasar saham. Software trading fungsinya untuk eksekusi jual dan beli Anda. 

Pastikan pilih sekuritas dengan software yang handal, tidak mudah hang saat aktifitas market sedang ramai. Karena beberapa sekuritas ada yang hang saat market sedang ramai.

5. Real Time Market Data

Jika anda scalper atau ingin mendapatkan data perdagangan secara real time maka Anda harus memilih sekuritas yang memberikan data secara real time.

Karena beberapa sekuritas memberikan data delay 15 menit dan untuk mendapatkan data realtime anda harus membayar langganan atau melakukan transaksi dengan minimal tertentu.

6. Fitur Otomatis

Bagi saya otomatisasi merupakan fitur yang harus ada di sekuritas dan perintah yang sudah dimasukan harus tereksekusi dengan tepat sesuai perintah. 

Jika anda orang yang sibuk dengan aktivitas sehari hari dan tidak sempat memantau keadaan market tetapi tidak mau ketinggalan momen, maka fitur ini sangat Anda butuhkan.

Fitur otomatis yang harus ada seperti stop lose, auto buy, take profit dan trailing stop.

Stop lose adalah fitur jual otomatis jika keadaan tertentu terpenuhi, seperti contoh saya setting otomatis jual jika BBRI menyentuh harga 3500.

Fitur ini digunakan untuk mengamankan modal ketika harga turun. Ketika BBRI menyentuh harga 3500 maka sistem akan melakukan jual otomatis dan masuk antrian jual. 

Auto buy adalah fitur beli otomatis, ketika harga menyentuh sesuai setting maka sistem akan melakukan aksi beli otomatis dan masuk antrian beli di harga sesuai yang sudah kita setting sebelumnya.

Take profit adalah fitur untuk merealisasikan keuntungan ketika harga tertentu terpenuhi, sebagai contoh saya melakukan setting otomatis jual ketika BBRI naik dan menyentuh harga 4000 maka sistem akan mengeksekusi dengan memasukan BBRI ke antrian jual di harga yang kita tetapkan sebelumnya. 

Trailing stop adalah fitur yang mirip dengan take profit tetapi mempunyai kondisi didalamnya, kondisi yang dimaksud adalah ketika harga menyentuh harga yang sudah kita setting tetapi memiliki kondisi reversal penurunan beberapa persen baru tereksekusi. 

Sebagai contoh, saya setting trailing stop BBRI di harga 4000 dengan kondisi reversal 2%. Jika harga BBRI menyentuh 4000 maka sistem tidak akan memasukan BBRI dalam antrian jual dan akan memasukan ke antrian jual ketika harga BBRI mengalami penurunan 2% setelah menyentuh harga 4000.

Trailing stop cocok untuk Anda yang ragu akan pergerakan suatu saham, dan bingung mau jual diharga berapa. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *