bilangan desimal
Pendidikan

Dasar Bilangan Desimal: Pembulatan & Pengurutan

Ada yang berpendapat bahwa mengoperasikan bilangan desimal merepotkan, di sini solusinya! Dalam pembahasan ini, kita akan belajar bagaimana pembulatan, pengurutan, dan digit nol yang berada di kanan tanda desimal.

Bilangan Desimal

Bilangan desimal adalah bagian dari keseluruhan (sebagian dari satu). Misalnya, kita punya 10/10 (satu), maka bilangan desimal 0,1 (1/10) adalah bagian dari 10/10.
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas pembulatan, Pengurutan, dan digit nol pada bilangan desimal. Berikut pembahasannya.

Pembulatan Bilangan Desimal

Membulatkan bilangan desimal hampir sama dengan membulatkan bilangan bulat. Kuncinya adalah untuk memperhatikan digit yang ada di sebelah kanan digit yang ingin Anda bulatkan.

Jika angka di sebelah kanan digit yang ingin dibulatkan adalah 5 atau lebih besar, Anda membulatkan nilai digit ke atas.

Jika angka di sebelah kanan digit yang ingin dibulatkan kurang dari 5, maka nilai digit tetap dan semua angka di sebelah kanan digit tersebut diubah menjadi nol. Baik digit tersebut dibulatkan ke atas atau tetap, semua angka di sebelah kanan digit yang dibulatkan akan berubah menjadi nol.

Mari kita lihat contoh berikut.

Membulatkan bilangan bulat

Bulatkan 4354 ke tempat ratusan terdekat.
Digit di sebelah kanan ke kanan digit ratusan adalah 5. Karena angkanya adalah 5, angka pada ratusan dibulatkan ke atas dan semua angka di kanan berubah menjadi nol.

Jawabannya adalah 4400

Membulatkan Bilangan Desimal

Bulatkan 4354.627 ke tempat per Seratus terdekat.
Angka di sebelah kanan tempat per seratus adalah 7 (lebih besar dari 5), sehingga nilai target akan dibulatkan ke atas dan semua angka di sebelah kanan nilai target akan berubah menjadi nol.

Jadi jawabannya adalah 4354.630 atau 4354.63 (karena kita dapat menghapus nol akhir ini).

Seperti yang Anda lihat, proses pembulatan bilangan desimal persis sama dengan pembulatan bilangan bulat. Semua angka di sebelah kiri target tetap sama, sementara hanya nilai tempat target dan angka di sebelah kanan yang dipengaruhi oleh pembulatan.

Angka Nol Pada Bilangan Desimal

Pada contoh sebelumnya, kita dapat menghilangkan angka nol saat pembulatan? Nol tidak selalu memberikan informasi penting dan dapat diabaikan pada bilangan desimal.

Angka nol yang berada di bagian desimal angka (artinya mereka di sebelah kanan simbol desimal) dapat dihilangkan karena tidak memberikan informasi tambahan, hanya mengubah nilai tempat dari angka, bukan nilai aktual.

Misalnya, 64.5000 dapat ditulis 64.5.

Tapi Ingat! Ada syaratnya
Pastikan tidak ada angka bukan nol di sebelah kanan angka nol yang ingin dihapus, jika ada angka selain nol, maka angka nol di sebelah kiri angka bukan nol tidak boleh dihapus. Misal

1,0002

Maka, nol di sebelah kiri angka 2 tidak boleh dihapus, karena 1,2 tidak sama dengan 1,0002. Contoh yang benar adalah:
1,0002000 diubah menjadi 1,0002

Hal ini juga berlaku untuk angka nol di sebelah kiri tanda desimal. Misal

003,65 dapat ditulis 3,65.

Tapi Ingat!
Pastikan tidak ada angka bukan nol di sebelah kiri angka nol yang ingin dihapus, jika ada angka selain nol, maka angka nol di sebelah kanan angka bukan nol tidak boleh dihapus. Misal

30001

Maka, nol di sebelah kanan angka 3 tidak boleh dihapus, karena 31 tidak sama dengan 30001. Contoh yang benar adalah:

00030001 diubah menjadi 30001

Syarat lain
Jika tidak ada angka bukan nol di sebelah kiri tanda desimal, maka harus disisakan 1 angka nol di depan tanda desimal.
Contoh:

000000,54 disederhanakan menjadi “0,54” bukan “,54” (tanpa nol)

Contoh di kehidupan nyata dimana angka nol dibiarkan tetap ada adalah ketika berhadapan dengan uang. Jumlah moneter memerlukan dua nilai tempat setelah desimal untuk menunjukkan sen ke tempat Keseratus. Menulis 0,5 sen tidak sesuai; seharusnya Rp 0,50.

Pengurutan Bilangan Desimal

Seperti halnya pembulatan, pengurutan bilangan desimal sama dengan pengurutan bilangan bulat. Saat mengurutkan bilangan, kita memperhatikan digit yang paling kiri (terbesar) terlebih dahulu dan kemudian terus bergerak ke kanan, membandingkan angka, hingga semua nomor diurutkan. Mari kita lihat contoh bilangan bulat.
Mari kita mengurutkan bilangan berikut: 134, 123, dan 145.

Mulai dari digit terbesar, kita melihat bahwa semua angka memiliki 1 di tempat Ratusan, jadi kita harus melihat ke nilai tempat berikutnya yang lebih kecil untuk menemukan perbedaan di antara bilangan bilangan tersebut.

Di sini, kita perhatikan semua tempat Puluhan berbeda, sehingga kita dapat mengurutkan berdasarkan nilai Puluhan
dari yang terkecil: 123, 134, dan 145.
dari yang terbesar: 145, 134, dan 123.

Desimal bekerja dengan cara yang serupa, jadi kita perhatikan dari digit yang paling kiri.
Contoh:

Urutkan 0,35 dan 0,26 dan 0,01 dari yang terbesar

Penyelesaian

Dari angka yang paling kiri, yaitu bagian satuan, ketiga angka ini memilki angka yang sama, yaitu nol.
Selanjutnya perhatikan angka desimal pertama, ketiganya berbeda. Jadi bisa diurutkan dari yang terbesar sehingga diperoleh:
0,35 0,26, 0,01.

Demikian pembahasan tentang Bilangan Desimal. Semoga bermanfaat.

Referensi: https://rumuspintar.com/bilangan-desimal/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *