Deteksi Dini Gejala Kanker Serviks

deteksi dini kanker serviks

Mendeteksi kanker serviks memang harus dilakukan sedini mungkin untuk bisa memperbesar peluang sembuhnya. Selama ini tingkat kematian disebabkan kanker serviks semakin tinggi, karena banyak wanita yang menyadari dirinya terkena kanker serviks ketika sudah memasuki stadium lanjut atau sudah menyebar. Agar terhindar dari virus tersebut, maka deteksi dini kanker serviks wajib dilakukan.

Jika kanker serviks dapat terdeteksi sejak dini, maka peluang untuk sembuh masih cukup besar. Pada tahun 2012 lalu diketahui bahwa terdapat 270 ribu wanita yang meninggal dunia akibat mengalami kanker serviks. Penyakit yang disebabkan oleh Human Papillomavirus ahatu HPV ini merupakan penyakit menular seksual yang sagat berbahaya dan menyebabkan kematian.

Cara Deteksi Dini Kanker Serviks

Gejala kanker seriks stadium awal pada umumnya tidak akan terlihat dengan tanda-tanda apapun. Gejala tersebut akan terlihat jika telah menyebar ke jaringan sekitarnya. Maka dari itu tidak ada salahnya Anda untuk melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi bahwa Anda terkena kanker atau tidak. Ada beberapa cara yang dapat Anda tempuh untuk deteksi kanker serviks lebih awal.

Skrining serviks atau pap smear

Pap smear merupakan cara terbaik untuk mengidentifikasi perubahan yang terjadi pada sel-sel leher rahim pada tahap awal. Gejala kanker serviks pada stadium awal dapat terdeteksi dengan melihat apakah terdapat sel-sel abnormal yang terdapat pada leher rahim atau serviks. Dengan menghilangkan sel-sel abnormal tersebut dapat mencegah kanker serviks.

Pap Smear ini disarankan bagi wanita yang berusia 25-49 tahun dalam setiap 3 tahun sekali. Sedangkan untuk wanita yang berusia 50-64 tahun dilakukan setiap 4 tahun sekali. Namun untuk wanita yang berusia di atas 5 tahun, maka wajib melakukan pap smear apabila sejak usia 50 tahun belum pernah melakukan prosedur tersebut.
Selain dengan pemeriksaan pap smear, pemeriksaan HPV atau sering disebut HPV DNA Test juga sangat disarankan untuk mengetahui ada tidaknya virus HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks. Pemeriksaan ini dilakukan untuk wanita yang berusia 30 tahun ke atas.

Melakukan vaksinasi HPV

Meskipun vaksin HPV dapat mengurangi risiko terhadap kanker serviks, akan tetapi tidak menjamin tidak akan mengalami kanker serviks. Meskipun Anda melakukan vaksinasi, namun tetap disarankan menjalani pap smear untuk mendeteksi kanker serviks lebih dini. Vaksin ini disarankan untuk para wanita usia 12-13 tahun dan dilakukan lagi setiap 6 bulan sebanyak 3 kali pemberian vaksin.

Bagaimana Cara Mencegah Kanker Serviks

Kanker serviks tidak hanya bisa di deteksi sejak dini saja, kabar baik lainnya yaitu dengan cara melakukan pencegahan kanker serviks. Selain melakukan pemerikasaan pap smear dan melakukan vaksinasi HPV. Maka Anda juga harus mengatur pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit kanker yang membahayakan tersebut.

Hal yang perlu Anda lakukan yaitu menjaga pola hidup sehat, dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan serat seperti sayuran dan buah-buahan. Selain itu Anda juga harus melakukan olahraga secara rutin. Olahraga yang disarankan yaitu berjalan cepat, jogging, mendaki gunung dan senam aerobik.

Namun selain hal-hal di atas yang harus dilakukan, untuk mencegah terjadinya kanker serviks sebaiknya untuk tidak mengkonsumi rokok dan alkohol. Karena rokok dan alkohol sangat tidak baik dan berisiko terhadap berkembangnya sel kanker pada leher rahim menjadi lebih aktif.

Cara deteksi dini kanker serviks dan cara pencegahannya yang dibahas di atas, semoga menambah wawasan bagi para kaum wanita untuk lebih memperhatikan kesehatannya. Karena melakukan pencegahan akan lebih baik dari pada mengobati yang sudah berisiko.

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>