Distro Linux Paling Ringan
Teknologi

Distro Linux Paling Ringan

Berbeda dengan Windows yang berbayar, Linux merupakan sistem operasi open source yang gratis untuk digunakan. Selain itu, kita juga bisa memodifikasi dan menyebarluaskannya dengan lisensi GNU.

Sistem operasi ini bisa digunakan pada berbagai macam komputer, bahkan yang memiliki spesifikasi rendah sekalipun. Terkadang, Linux juga menjadi tempat berlabuh laptop-laptop yang sudah berat ketika menjalankan Windows.

Kita pasti sudah tidak asing lagi dengan kata migrasi, tentunya yang berkaitan dengan sistem operasi ya. Migrasi adalah istilah yang digunakan pada pengguna Windows yang hendak beralih ke Linux.

Saat proses tersebut, biasanya mereka bingung mau pilih distro Linux apa. Secara, distro Linux itu banyak banget, oleh karena itu, kami akan memberikan rekomendasi dari charis.id terkait distro Linux paling ringan dan stabil.

Distro Linux Terbaik

Berikut ini adalah beberapa distro Linux yang ringan dan stabil, cocok untuk Anda yang ingin menggunakan Linux.

Arch Linux

Distro Arch Linux

Arch Linux merupakan distro Linux yang sangat ringan, itu disebabkan karena distro ini hanya membawa paket-paket dasar saja. Proses instalasinya juga tidak seperti distro lain yang sudah memiliki Desktop Environment.

Selain itu, proses instalasi Arch Linux juga memerlukan koneksi internet. Itu digunakan untuk mengunduh paket-paket yang Anda inginkan. Sekadar info, ukuran file ISO distro ini sangat kecil, yaitu sekitar 600MB saja.

Setelah proses instalasi, maka Anda harus menginstall DE terlebih dahulu agar tampilannya keren dan lebih mudah dalam menggunakannya. Agar tetap dingan, DE yang direkomendasikan adalah XFCE, LXDE, dan OpenBox.

Kelebihan dari Arch Linux selain ringan adalah sering update. Jadi, bug-bug yang sebelumnya ada akan segera diperbaiki. Disamping kelebihan, update rutin juga menjadi kelemahan, terlebih bagi Anda yang menggunakan kuota.

Lubuntu

Distro Lubuntu

Ketika membaca namanya, apakah Anda teringat dengan Ubuntu? Ya, namanya memang mirip karena memang ada keterkaitan yaitu Lubuntu adalah varian resmi dari Ubuntu.

Perbedaan antara Ubuntu dan Lubuntu adalah Desktop Environment yang digunakan. Lubuntu menggunakan LXDE yang dimaksudkan agar performanya cepat dan ringan.

Bagi Anda yang sebelumnya sudah pernah menggunakan Ubuntu dan merasa sudah sangat ringan. Mungkin Anda bisa mencoba distro yang satu ini, sangat besar kemungkinan pasti lebih ringan.

Linux Mint

Distro Linux Mint

Sama halnya dengan Lubuntu, Linux Mint juga merupakan turunan dari Ubuntu. Distro yang satu ini juga salah satu distro yang populer. Selain itu, Linux Mint juga masuk dalam jajaran distro Linux yang ringan.

Linux Mint tidak hanya hadir dengan satu Desktop Environment saja, melainkan ada 3 yaitu Cinnamon Edition, MATE Edition, dan Xfce Edition. Dari ketiga varian tersebut, pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Jika Anda menginginkan tampilan yang menarik dan elegan, maka Linux Mint Cinnamon sangat cocok untuk Anda. Namun, jika Anda menginginkan kecepatan (ringan), maka Anda bisa memilik Xfce Edition.

Ubuntu

Distro Ubuntu

Distro Linux ringan terakhir yang kami rekomendasikan untuk pemula adalah Ubuntu. Biasanya, Ubuntu menjadi distro pertama yang dikenal oleh pengguna yang baru mau migasi. Sehingga sudah menjadi barang tentu kalau kebanyakan pengguna akan migrasi ke Ubuntu.

Distro ini memang ringan serta mudah untuk digunakan. Proses instalasinya juga sangat mudah karena semuanya sudah menggunakan GUI (Graphical User Interface), tidak perlu ribet ketik kode seperti saat install Arch Linux.

Sebenarnya masih banyak distro Linux yang ringan dan stabil karena hampir semua distro Linux bisa dikatakan ringan. Kami hanya menuliskan ini agar pemula yang hendak menggunakan juga tidak kesulitan saat instalasi.

Bagi yang ingin migrasi dari Windows ke Linux, semoga betah ya. Jika suatu saat ingin kembali menggunakan Windows, itu juga hak Anda, karena cara installnya juga tidak susah.

Demikianlah artikel yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita semua terkait distro Linux.

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *