Faktor-Penyebab-Website-Lambat
Categories:

Faktor Penyebab Website Lambat

Banyak faktor yang mempengaruhi kecepatan website menjadi lambat. Mulai dari kesalahan konfigurasi, penggunaan platform versi lawas, pengelolaan atribut pendukung yang berlebihan.

Hal ini juga sering dialami oleh banyak pemilik website lainnya. Tentunya faktor penyebab website lambat ini bisa Anda atasi agar website kembali di kondisi optimal.

Sebelum mengatasi masalah tersebut, Anda harus mengetahui terlebih dahulu faktor-faktor apa saja yang menyebabkan website menjadi lebih lambat dari sebelumnya. Di bawah ini ulasan lengkap mengenai penyebab website mengalami proses muat yang lama.

Faktor-Faktor Penyebab Website Lambat 

1. Performa Server Kurang Optimal

Adanya server yang kurang optimal bisa membuat website menjadi lebih lambat. Pasalnya, server memiliki fungsi untuk menyimpan sebuah data website serta melayani permintaan data dari pengunjung. Terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi server menjadi kurang optimal, yakni lokasi server dan jenis server yang digunakan oleh website Anda.

2. Salah Konfigurasi

Melakukan konfigurasi berdasarkan keinginan memang bisa membuat performa website menjadi lebih baik. Namun perlu diperhatikan bahwa pengaturan konfigurasi yang salah bisa justru membuat website menjadi lambat untuk memuat. Anda hanya bisa melakukan modifikasi konfigurasi pada menu pengaturan, update, pengelolaan, tautan, dan manajemen posting.

3. Menggunakan WordPress Versi Lawas

Faktor lainnya yang menyebabkan website menjadi lambat adalah penggunaan WordPress versi lawas. Hal ini dikarenakan WordPress sering melakukan pembaruan agar fitur dan keamanan website pengguna lebih optimal dari sebelumnya. Selain itu, WordPress juga memberikan notifikasi mengenai fitur dan keamanan apa saja yang diperbaharui.

4. Tidak Didukung CDN

CDN atau Content Delivery Network merupakan jaringan distribusi yang bisa membantu website pengguna agar lebih maksimal dalam melakukan loading. Hal ini dikarenakan CDN memiliki jaringan server di seluruh dunia. Penggunaan CDN membuat permintaan data yang dilakukan oleh pengunjung langsung dialihkan ke server terdekat. Hal ini juga yang membuat CDN sangat penting untuk digunakan oleh website Anda.

5. Database Terlalu Besar

Faktor berikutnya yang mempengaruhi website menjadi lambat adalah penggunaan database yang besar. Anda bisa melakukan pengecekan pada menu trash untuk melihat kiriman artikel yang sebelumnya sudah dihapus. Pasalnya, WordPress melakukan penyimpanan sementara hingga artikel tersebut dihapus secara permanen. Selain itu, database yang besar juga disebabkan oleh data pengunjung yang banyak.

6. Penggunaan Gambar tanpa Optimasi

Gambar menjadi peran yang penting agar konten yang di publish memiliki ilustrasi menarik. Banyak website menggunakan gambar ini dengan dimensi serta kualitas yang tinggi. Padahal gambar dengan ukuran file yang besar bisa menjadi penyebab utama untuk website melakukan proses loading yang lama. Hindari juga penggunaan yang memiliki format GIF dan PNG dikarenakan memiliki ukuran file cukup besar.

7. Adanya Render Blocking JavaScript

Adanya proses render blocking terhadap JavaScript menjadi faktor penyebab website lambat lainnya. Pasalnya, render block memerlukan waktu yang cukup lama agar semua file JavaScript dapat memuat secara sempurna sebelum ditampilkan kepada pengunjung. Meski bertujuan agar website terlihat lebih menarik, namun penggunaan ini bisa mengganggu kenyamanan pengunjung ketika mengakses website.

8. Penggunaan Konten Flash yang Berlebihan

Penggunaan konten flash kini semakin banyak diminati oleh pemilik website. Hal ini dikarenakan website bisa menampilkan konten audio, video, hingga game. Namun, penggunaan yang berlebihan bisa berdampak negatif untuk website. Hal ini mengingat file konten flash yang cenderung memiliki ukuran cukup besar.

9. Pengelolaan Cache Tidak Optimal

Pengelolaan cache yang dimaksud merupakan server side caching atau proses caching di dalam server. Adanya pengelolaan cache yang tidak optimal tentunya membuat server menjadi lebih lambat. Anda bisa melakukan optimasi website dengan memasang plugin cache. Selain itu, penggunaan cache juga dapat difungsikan untuk meminimalkan pemakain bandwidth.

10. Terlalu Banyak Plugin

Penyebab website menjadi lambat berikutnya adalah penggunaan plugin yang berlebihan. Banyaknya plugin yang digunakan membuat resource yang dibutuhkan juga sangat besar. Apalagi jika semua plugin ini dijalankan secara bersamaan, tentunya proses memuat website menjadi sangat lambat.

11. Menggunakan Tema yang “Berat”

Umumnya, tema yang berat memiliki elemen pendukung yang banyak agar visual yang dihasilkan menjadi lebih baik. Namun, perlu diingat bahwa atribut yang berlebihan bisa menjadikan loading website menjadi lama. Anda bisa memilih tema yang responsif agar support SEO dan mudah untuk diakses oleh banyak pengguna.

12. Terlalu Banyak Iklan

Iklan menjadi bagian penting bagi website agar bisa menghasilkan uang. Namun, banyaknya iklan yang ditampilkan serta salahnya posisi penempatan menjadikan website memerlukan waktu lama agar bisa memuat semua konten. Tidak hanya itu, penggunaan ini juga bisa mempengaruhi jumlah permintaan data ke server.

13. Banyaknya Spam

Faktor terakhir yang menyebabkan website menjadi lambat dikarenakan banyaknya spam. Pasalnya, pesan yang tidak jelas ini bisa menurunkan kredibilitas dari website Anda. Selain itu, kinerja website yang dibangun juga akan terbebani mengingat pesan yang terjadi secara terus menerus.

Terdapat banyak faktor penyebab website lambat untuk diakses oleh pengunjung. Salah satunya yaitu penggunaan tool atau plugin yang berlebihan. Anda bisa mengurangi penggunaan ini agar performa website dapat lebih optimal. Selain itu, lakukan juga update secara berkala agar tool ataupun plugin bisa bekerja dengan maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *