gunung kemukus
Categories:

Gunung Kemukus

Di balik Gunung Kemukus terdapat praktik aneh yang membuat gunung tersebut sekarang dikenal sebagai “Gunung Seks”.

Menurut legenda Jawa, Pangeran Samodro kabur bersama ibu tirinya Nyai Ontrowulan untuk melanjutkan perselingkuhannya di gunung Kemukus di Kabupaten Sragen Jawa Tengah. Tapi mereka ditangkap oleh penduduk desa dan tentara di gunung sebelum mereka selesai berhubungan seks.

Mereka langsung dibunuh dan dikubur di puncak bukit. Sebuah kuil kemudian dibangun di Gunung Kemukus untuk menghormati mereka.

Orang percaya bahwa siapa pun bisa menyelesaikan hubungan seks di puncak bukit itu bisa mendapat berkah dari Nyai Ontrowulan. Yang lain mengira bahwa mereka akan diberkati dengan keberuntungan dan kemakmuran jika mereka melakukan sesuatu yang lebih memalukan, seperti seks terlarang atau tidak senonoh.

Setiap Festival Pon, peziarah melakukan hubungan seks dengan orang asing tujuh kali setahun untuk menyelesaikan ritual.

Festival ini menarik perhatian media internasional dan menyebut Kemukus sebagai “gunung seks”. Pada tahun 2014, Gubernur Ganjar Pranowo melarang perbuatan haram di gunung tersebut karena mengancam moral dan kesehatan.

Tentang Gunung Kemukus

Wilayah Jawa Tengah kental dengan mitos. Tak beda dengan Sragen, ini memiliki beberapa tempat yang juga lekat dengan mitos yang menghantui. Misalnya, ada gunung bernama Gunung Kemukus yang terkenal aspek regiliusnya seperti yang diatas saya sampaikan.

Berdasarkan sejarah, itu benar adalah tempat peristirahatan Pangeran Samudro. Karena itulah gunung ini dikenal sebagai tempat yang sangat religius. Namun sebagian orang salah memanfaatkan tempat ini sebagai tempat menaruh sesajen untuk meminta hidup sukses.

Meski memiliki cerita ataupun asal usul sejarah yang tragis, Gunung Kemukus ini menjadi tempat wisata di Sragen yang paling hits. Sebagaimana yang telah di ulas oleh Sudutnusantara.com.

  • Lokasi : Soko, Kebayanan II, Sumberlawang, Sragen.
  • Tips : Meski banyak orang menggunakan tempat ini dengan tujuan itu, lebih baik nikmati tempat ini hanya untuk kepentingan pariwisata ketika berkunjung kesana.

Sisi Gelap dari Ritual Gelap

Entah itu untuk mendapatkan nikmat ilahi atau sekadar memiliki alasan untuk bersama orang lain selain pasangan, jumlah orang yang berkunjung ke sini meningkat setiap tahun. Gunung seks telah menarik perhatian pihak berwenang. Namun, satu-satunya hal yang menjadi perhatian pihak berwenang adalah biaya parkir, jadi parkir sekarang dikenakan biaya!

Saat ritual pertama kali dimula, tempat itu meledak dengan peziarah bermesraan di tempat terbuka atau di bawah pohon. Akhirnya, hostel dan usaha kecil mengambil alih dimana tempat itu berubah menjadi tempat wisata, menghasilkan pendapatan besar bagi penduduk setempat dan juga pemerintah.

Haji segera rusak oleh pertumbuhan perdagangan seks dan prostitui di atas bukit, yang menyebabkan dari penduduk setempat dan pemerintah. Muslim konservatif yang tinggal di dekat situ mulai memprotes ledakan perzinahan. Peningkatan bertahap dalam jumlah HIV dan kasus PMS lainnya semakin memperburuk.

Akhirnya, sebagian besar bisnis termasuk hotel dan kamar sewaan ditutup. Sebagian besar keluarga yang tidak terlibat dalam bisnis seks telah pindah dari bukit.

Orang-orang beriman yang kuat masih meneruskan warisan dan mengikuti ritual dengan religius di bawah pohon, seperti di masa lalu. Jika mereka ingin dipercaya, melakukan tindakan ini telah membantu beberapa dari mereka mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Sementara yang lain mengklaim telah mengamati penurunan masalah dalam hidup mereka.

Legenda yang lahir dari perzinahan telah berubah menjadi ziarah bagi banyak orang! Kebiasaan ini mungkin tampak aneh bagi mereka yang tidak terkait dengan budaya ini. Tetapi mereka dapat dengan mudah mempercayai sesuatu yang tidak memiliki dasar logis atau ilmiah.

Terkadang, agama bahkan dapat mengalahkan keyakinan moral yang paling kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *