Categories:

Investasi Syariah

Meski investasi dapat memberikan untung besar, banyak masyarakat yang masih takut untuk mencobanya karena khawatir riba.

Saat ini, kemunculan investasi syariah menjadi solusi dari semua keraguan, karena investasi dilakukan sesuai dengan syariat agama.

Investasi syariah merupakan salah satu jenis investasi yang saat ini mulai banyak dilirik oleh masyarakat.

Investasi berbasis syariah banyak dipilih oleh orang muslim dan dianggap lebih amanah dan terpercaya.  Sektor pasar modal yang dituju pada investasi syariah bermain di produk halal.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan berbagai peraturan beserta instrumen investasi sesuai dengan prinsip hukum syariah dipasar modal dalam penentuan produk investasi syariah.

Cara Kerja Investasi Syariah

Cara kerja investasi syariah dan konvensional sangatlah berbeda, investasi syariah menggunakan sistem akad dalam prosesnya.

Akad merupakan keterkaitan antara ijab (pernyataan pihak pertama yang ingin investasi)dan qobul (jawaban terhadap ijab yang dilakukan oleh pihak penerima modal).

Akad itu sendiri merupakan kesepakatan, baik dari satu pihak maupun kedua belah pihak (penjual dan pembeli) yang berdasarkan pada nilai-nilai syariah.

Ada tiga prinsip akad yang diterapkan dalam investasi syariah yaitu: bakal kerjasama (musyarakah), sewa menyewa (ijarah), bagi hasil (mudharabah).

Jenis Investasi Syariah

Berikut ini jenis investasi syariah yang tidak melanggar prinsip-prinsip syariah:

1. Saham syariah

Saham merupakan surat berharga bukti kepemilikan modal para pemegang saham di sebuah perusahaan.

Para pemegang saham tersebut memiliki hak mendapatkan imbal hasil dari perusahaan atas saham yang mereka miliki (beli).

Investasi syariah akan mengelola saham syariah, dimana investor hanya dapat membeli saham perusahaan yang menjual produk halal atau tidak bertentangan dengan nilai-nilai syariah.

2. Obligasi Syariah

Obligasi syariah (sukuk) digunakan untuk mendeskripsikan surat berharga jangka panjang dengan prinsip syariah.

Perbedaan sukuk dengan obligasi ialah sukuk tidak mengenal istilah kupon bunga seperti halnya pada obligasi. Karena pada investasi syariah menganggap bunga adalah riba dalam transaksi piutang.

Jadi, obligasi syariah atau sukuk menyebut bunga sebagai bagi hasil.

3. Reksadana syariah

Cara kerja reksadana konvensional dan syariah hampir sama, hanya saja pada reksadana syariah manajer investasi hanya bermain di perusahaan yang berlabel halal.

Reksadana syariah diawasi oleh OJK dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang akan membantu manajer investasi untuk mengembangkan produk investasi syariah.

4. Investasi Emas Syariah

Emas  juga merupakan salah satu bentuk investasi syariah. Harga emas yang cendeung naik tiap tahunnya, menjadikan investasi emas syariah banyak diminati.

5.  Investasi Properti

Banyak yang menganggap bahwa Investasi properti syariah merupakan pilihan yang tepat karena sesuai dengan prinsip islam, selain itu bisnis ini tidak pernah sepi peminatnya. Investasi properti cukup menjanjikan menjadi alasan utama mengapa investasi ini banyak peminatnya.

6. Deposito Syariah

Deposito syariah merupakan produk simpanan dengan  jangka waktu tertentu dengan mempertimbangkan prinsip syariah. Konsep yang diterapkan dalam deposito syariah adalah menempatkan nasabah sebagai pemilik dana yang secara langsung bertindak sebagai pengelola dana.

Kelebihan Investasi Syariah

Dibandingkan dengan investasi konvensional, investasi syariah memiliki kelebihan antara lain:

1. Investasi yang berlandaskan pada syariat islam i tidak mengandung riba

2. Kecenderungan minim resiko menjadi nilai lebih yang mungkin tidak dapat ditemukan pada investasi konvensional.

3. Manajemen sesuai syariat islam dan nilai-nilai islami serta mengedepankan prinsip amanah atau kepercayaan.

Baca juga: ketahui bagaimana cara memilih sekuritas yang tepat sebelum berinvestasi saham.

Oke itulah beberapa informasi menarik yang bisa kami sampaikan kepada kamu tentang pengertian investasi syariah dan contonya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *