jamur-kuping
Tanaman

Jamur Kuping: Karakteristik, Manfaat, dan Cara Budidaya

Siapa yang tak suka dengan jamur kuping?

Jenis jamur yang lezat ini tergolong unik karena bentuknya yang menyerupai telinga manusia. Teksturnya yang kenyal seperti jelly juga membuat jamur ini menjadi favorit banyak orang.

Jamur yang biasa tumbuh di pepohonan ini bisa diolah dengan berbagai cara, lho.

Selain digoreng krispi, jamur kuping juga banyak digunakan sebagai campuran sup. Pastinya lezat dan menggugah selera. Yuk, kenali lebih dekat tentang jamur yang satu ini.

Karakteristik Jamur Kuping

Auricularia Auricula atau biasa disebut sebagai jamur kuping mempunyai karakteristik tubuh yang kenyal dalam keadaan segar. Jika kering, tubuh jamur ini akan mengeras seperti tulang, lho. Bentuk jamur juga sangat khas, yaitu menyerupai mangkuk atau kuping manusia dengan diameter 2 hingga 15 cm.

Jamur kuping biasanya berwarna coklat kehitaman atau hitam, tetapi ada juga yang berwarna coklat tua. Jika kamu ingin membudidayakan jamur jenis ini, pastikan untuk menanam jamur kuping berwarna coklat pada bagian atas dan hitam pada bagian bawah.

Mengapa?

Karena jamur kuping jenis ini dijual dengan harga yang tinggi.

Di pasaran, jamur kuping biasanya dijual dalam kondisi kering. Apabila kamu ingin mengolahnya, rendam jamur kering tersebut selama beberapa menit. Jamur akan kembali segar dan bertekstur kenyal.

Kandungan Gizi

Jamur kuping diketahui mempunyai kandungan nutrisi yang cukup banyak, sebut saja karbohidrat, protein, lemak, serat dan abu.

Kandungan lemak yang ditemukan dalam jamur merupakan lemak baik sehingga aman untuk kamu konsumsi.

Jamur juga mengandung berbagai vitamin seperti vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6 dan vitamin C yang sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Di samping itu, kandungan mineral juga ditemukan dalam jamur. Mineral ini meliputi kalsium, besi, kalium, magnesium, natrium, tembaga, dan mineral lainnya.

Manfaat Mengonsumsi Jamur Kuping

Selain lezat di lidah, ternyata jamur kuping juga menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Sebut saja khasiatnya untuk mengurangi panas dalam serta meredakan rasa sakit akibat luka bakar.

Kamu yang sering mengolah jamur ini pasti menyadari adanya lendir yang keluar jika jamur dipanaskan.

Ternyata lendir tersebut bermanfaat untuk menangkal racun yang terbawa makanan, baik itu racun pestisida maupun racun dari logam berat. Jadi tidak perlu merasa jijik dengan lendir tersebut, ya.

Khasiat lain yang dimiliki oleh jamur kuping adalah kemampuannya untuk menghambat pertumbuhan sel kanker sebanyak 80 hingga 90 persen. Jamur ini juga mengandung zat anti koagulan yang menghambat proses penggumpalan darah.

Jika kamu menderita hipertensi atau pengerasan pembuluh darah, jamur bisa menjadi solusi tepat dan nikmat.

Hal ini dikarenakan jamur mempunyai manfaat untuk mengatasi hipertensi dan mengencerkan darah sehingga mencegah terjadinya penggumpalan pada pembuluh darah.

Cara Sederhana Budidaya Jamur Kuping

Mengingat prospeknya yang bagus, tidak ada salahnya untuk memulai bisnis yang satu ini.

Budidaya jamur kuping terhitung mudah. Kamu tidak perlu mengeluarkan modal yang besar untuk menjalankan bisnis tersebut.

Pertama, siapakan media untuk budidaya.

Sama halnya dengan budidaya jamur lainnya, bahan dasar untuk jamur kuping juga beruba serbuk gergaji atau serbuk kayu. Lalu, serbuk kayu tersebu diolah dengan bekatul (15%), kapur (3%), dan air hingga kelembapan dari campuran ini sekitar 70%.

Lalu, diamkan campuran tersebut selama 3 hingga 5 hari pada suhu mesin yang mencapai 70 derajat.

Kedua, setelah tiga hari maka campuran akan berwarna kecoklatan. Berikutnya masukkan campuran tersebut pada kantong plastik dengan ukuran 20x30cm dengan berat 1kg.

Saat memasukkan tersebut perlu untuk dipadatkan hingga tak ada udara atau celah udara di antara campuran serbuk kayu tersebut.

Ketiga, pasang ring pada backlog dan sterilisasi backlog tersebut pada suhu 950 hingga 1200 derajat celcius supaya terbebas dari bakteri ataupun zat beracun.

Keempat, siapkan bibit jamur kuping. Anda bisa memperolehnya dengan membeli di toko atau mengembangkannya secara mandiri.

Kelima, semai bibit jamur kuping pada backlog dan letakkan pada rak susun. Namun, perhatikan agar kondisi saat menyemai bibit ini steril.

Anda perlu menyemprotkan alhohol 70% pada tangan dan gunakan besi/kawat dengan panjang sekitar 30 atau 40 cm untuk menyemai bibit jamur kuping pada backlog.

Keenam, masuk pada tahap perawatan jamur. Beberapa poin yang perlu Anda perhatikan adalah kondisi lingkungan supaya terjaga.

Inkubasi jamur kuping pada ruangan khusus dengan suhu 290 hingga 350 derajat celcius.

Gunakan lampu 60 watt sebagai penerangan. Tunggu sekitar 1 hingga 2 bulan untuk memanen jamur kuping.

Kelima, Anda bisa memanen jamur kuping tidak hanya satu kali saja. Biasanya setelah panen pertama, jamur kuping dapat dipanen lagi sekitar 3x.

Demikianlah informasi sekilas mengenai jamur kuping, perihal karakteristik, gizi, hingga cara budidayanya.

Semoga bermanfaat, ya.

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *