Wisata

Wisata Religi di Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki suku dan budaya beragam.

Selain itu beragam agama dan kepercayaan juga hidup dan dianut oleh warganya.

Keragaman tersebut tergambar dari semboyan negara Indonesia yakni ‘Bhineka Tunggal Ika’ yang bermakna berbeda-beda tetapi tetap satu.

Agama-agama tersebut memiliki tempat ibadahnya masing-masing dan hidup berdampingan satu sama lain.

Beberapa tempat ibadah tersebut selain berfungsi sebagai tempat peribadatan juga berpotensi menjadi destinasi wisata religi.

Selain itu tempat ibadah juga dapat memeperkaya khasanah pengetahuan dan menumbuhkan sifat toleransi antar umat beragama.

Di sisi lain berbagai tempat ibadah berikut ini juga memiliki latar belakang yang unik dan istimewa, yaitu:

1. Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal merupakan pertama kali dicetuskan oleh berbagai tokoh agama Islam pada tahun 1953, sebagai simbol kemerdekaan.

Desain masjid ini ternyata dibuat oleh arsitek berdarah Batak yang bernama Frederich Silaban. Uniknya beliau justru beragama Kristen.

Pembangunan masjid ini memakan waktu sekitar 17 tahun. Masjid Istiqlal mampu menampung jamaah sebanyak 16.000 orang.

Pada lantai utamanya terdapat 12 pilar masjid yang melambangkan tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Selain difungsikan untuk sholat, ternyata bangunan Masjid Istiqlal juga biasa digunakan untuk berbagai kegiatan lainnya.

Seperti pengajian, tabligh akbar, dan juga peringatan hari besar Islam.

2. Gereja St. Fransiskus Asisi

Gereja St. Fransiskus Asisi memiliki konsep bangunan dengan gaya arsitektur lokal yang kental.

Sebagai salah satu tempat peribadatan bagi umat Katolik perancangan yang matang dibutuhkan untuk membuat bangunan yang sakral ini tanpa harus mengurangi nilai seninya.

Gereja St. Fransiskus ini memang memiliki daya tarik tersendiri, sebab berhasil menggabungkan budaya dan tradisi khas Karo, Sumatera Utara dengan Katolik.

Kalau diamati bangunan gereja ini terinspirasi dari bangunan rumah adat Batak Karo.

Sehingga selain sebagai tempat peribadatan, gereja ini juga turut melestarikan nilai luhur budaya Karo.

3. GMIM Sentrum Manado

GMIM Sentrum Manado sejarahnya dimulai pada tahun 1675 sewaktu Ds Montanus, seorang pendeta Belanda pertama kali mengunjungi Manado.

Kemudian sejak tahun 1934 Gereja Protestan ini dinamakan dengan Gereja Masehi Injil Minahasa (GMMI).

Sementara kata Sentrum, dikenal sesudah kemerdekaan Indonesia.

Di sebelah bangunan gereja ini terdapat sebuah monumen yang diberi nama Tugu Perang Dunia II, untuk memperingati pengeboman bangunan gereja sewaktu agresi militer.

Gereja Sentrum juga dijadikan sebagai landroad Kota Manadi untuk menghitung jarak.

4. Vihara Surga Neraka

Vihara Surga Neraka merupakan tempat kebaktian umat Tao yang sudah berusia puluhan tahun, yakni sejak 1960.

Bangunan vihara ini terletak di kaki Gunung Pasi, dan menjadi sebuah komplek klenteng tertinggi di Kalimantan Barat.

Oleh sebab itu dari kejauhan bangunan vihara ini bisa terlihat, terlebih karena warnanya juga mencolok dibanding pepohonan hijau di sekitarnya.

Selain itu udara yang sejuk serta pemandangan indah juga menjadi nilai tersendiri ketika berada di sini.

Di komplek Vihara Surga Neraka atau yang dikenal penduduk lokal dengan nama ‘Pekong di atas gunung’ ini memiliki delapan tempat sembahyang.

5. Pura Besakih

Pura Besakih adalah tempat persembahyangan pemeluk agama Hindu terbesar di Indonesia.

Konon pada waktu itu Pulau jawa dan Pulau Bali masih menyambung dan dinamakan Pulau Dawa.

Tersebutlah seorang tokoh agama Hindu dari India yang menetap di Pulau Jawa bernama Rsi Markandeya.

Pada mulanya rsi Markandeya bertapa di Gunung Hyang atau Dieng, kemudian setelah lama bertapa Rsi Markandeya mendapat wahyu untuk merambas hutan di pulau Jawa dari selatan menuju ke utara yang kemudian berlokasi di temat Pura Besakih ini berdiri.

6. Borobudur

Borobudur adalah candi agama Buddha terbesar di dunia. Monumen yang terdiri dari enam teras berbentuk bujur sangkar ini memiliki sarat akan nilai sejarahnya.

Dilansir dari berwisata.org, pada dindingnya terdapat 2.672 panel relief yang menggambarkan ajaran Buddha. Selain itu bangunan ini aslinya memiliki 504 arca Buddha. Candi yang berbentuk stupa ini didirikan oleh penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an masehi.

Borobudur sendiri berasal dari kata Sambharabhudara yang berarti gunung.

Ada pula yang menjelaskan bahwa namanya juga berasal dari bahasa Sansekerta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *